......berbagi resep berbagi cerita......

Showing posts with label SAYUR. Show all posts
Showing posts with label SAYUR. Show all posts

25 June 2013

Sayur Lodeh



Diklat hari pertama, bertemu banyak orang yang menginspirasi! inilah yang aku sukai dari bertemu orang yang berbeda-beda, tiba-tiba ada saja hal-hal simpel dan mudah untuk kita lakukan ada didepan mata yang selama ini diabaikan begitu saja karena nggak “ngeh” atau nggak kepikiran. Butuh sebuah pernyataan verbal dari orang-orang di luar diri kita yang mau menyemangati dan mengatakan “kamu punya potensi untuk ini dan itu, mengapa tidak kamu lakukan?”. Tidak peduli itu lip service atau tulus dari dasar hati, yang pasti kata-kata penyemangat model gini biasanya memang sukses bikin jiwa-jiwa yang mulai layu, mulai “on fire” lagi.

Ganjil juga kalau dipikir, kita ini bukan lagi anak kecil yang harus di oyak-oyak untuk melakukan ini dan itu, kita adalah orang dewasa yang sudah amat mampu untuk menimbang mana yang baik dilakukan dan mana yang tidak. Namun ternyata pada setiap kita memilki apa yang disebut sisi kekanak-kanakan, salah satunya ya itu tadi masih butuh diakui (bahasa halus dari dipuji), butuh ditunjukkan untuk melakukan ini dan itu, butuh dibelalakkan matanya untuk melihat hal-hal yang seharusnya sudah terlihat. Oalah kalo kayak gini berarti Spongebob benar ya waktu mengatakan “orang dewasa kadang-kadang sangat aneh”.

Yang agak “random” saat diklat hari pertama kemarin, karena gtalk ku aktif terus atas permintaan teman-teman (ecieeee berasa sosialita bangeddd dah), dan tuh gtalk bunyi terus “tang…tung…tang…tung” maka di kelas sampe harus mondar-mandir tiga kali charge HP itupun saat perjalanan pulang dimana lagi seru-serunya bersilaturahmi atau bergtolk-an ria sudah low batt lagi. Terganggu kah? Endak tuh, banyak teman itu menyenangkan dan disapa teman walo gak penting itu “sesuatu banget”. Masalahnya materi diklat jadi nguing-nguing entah terbang ke sisi otak yang mana. Waduh berabe urusan, karena diujung diklat akan ada test yang lunamaya sulitnya.

Kalo udah kayak gini, hari kedua diklat romannya daku harus tobat deh secara pada hari pertama, materi diklat gak ada yang nyantol babar blast. Barusan merenung, “bukannya daku dikirim ke Slipi untuk diklat ya bukan buat gtok-an” (aiiiiih indah nian dunia ini bila si emak tiap hari berpikir lurus dan teratur begini).
Etapi, mempererat silaturahmi dengan teman-teman melalui sosmed itu sama pentingnya dengan diklat kan?..........hayaaaaaaaaah alesan thok ae rek!
-------------
Eh udah hamper jam 2, harus buru-buru nulis resep nih soalnya bentar lagi pasti akan ada panggilan dinas malem dari beby Afkar dan mungkin beby yang satunya lagi (upssss saru). Ya udah nulis resep dulu deh, resep sayur lodeh. Sayur kebangsaan seluruh masyarakat Jawa yang sudah ada sejak jaman Babad Tanah Jawa (ngawur).

Untuk bahan-bahannya biasanya menyesuaikan selera ya, tapi disini yang mau kuposting adalah bahan yang umum digunakan saja. Yuuuk marii.
 SAYUR LODEH
Ala Rumah Maret
Bahan:
1/4 kg tulang sapi atau ceker untuk kaldu
1 buah jagung muda, potong-potong
2 terong ungu, kupas potong2
1 ikat kecil kacang panjang
½ buah labu siam
Segenggam daun melinjo muda, sedikit diremas biar gak langu
2 lembar daun salam
seruas cm lengkuas, memarkan
4 cabe ijo besar (aku utuhin biar gak pedes karena anak2 dan ayahnya gak suka pedas)
santan kental dari 1/2 buah kelapa

Haluskan :
7 siung bawang putih
5 siung bawang merah
7 buah cabai rawit
2 buah cabai merah besar
1/2 sdt ketumbar
Seujung sdt terasi goreng
garam dan gula merah secukupnya
Cara membuat:

  1.  Rebus tulang/ceker hingga berkaldu.
  2.  Masukkan bahan sayur bertahap dari mulai yang paling lama mateng hingga yang paling cepat mateng. (bisa kan mak, membedakannya).
  3. Sementara itu tumis bumbu halus hingga harum, masukkan rempah-rempah aduk2 lalu matikan
  4.  Masukkan bumbu halus ke panic sayur lalu tuangkan santan. Aduk-aduk supaya santan tidak pecah
  5.  Lakukan koreksi rasa.


 
Ditulis bareng lagunya Stephen Bishop---It Might Be You yang disetel berulang-ulang dan berulang-ulang, mungkin kalo dia bisa protes dia akan bilang “emaaaak, aku gemporrrr”. Sayangnya dia gak bisa bahasa Indonesia jadi pasrah aja disuruh nyanyi bolak-balik!

For Your Info: Lagu ini jadi theme song nya film lawas Tootsie yang dibintangi Dustin Hoffman, film jenis komedi yang asli romantis…tis dan sarat makna! Like dis banget deh!

Dinarasikan kemarin malam dan tiba2 Smart-ku matek akhirnya baru diposting sekarang!

19 February 2013

Gado-Gado



Dulu saat masih dikantor lama di Matraman, suka sekali dengan gado-gado dekat kantor, untuk mencapai gado2 tersebut harus melewati trotoar yang ampyun baunya pesing banget. Seringnya kami minta tolong OB dan bilangnya gini “Mas Nuri, beliin gado-gado pesing dong” ha ha ha penamaan yang aneh dan nggilani.

Sekali dua kali kalo lagi rajin beli sendiri, suka memperhatikan cara bapaknya membuat gado2 kayaknya gampang dan selalu berangan2 suatu hari mau bikin sendiri di rumah. Dan akhirnya sudah kesekian kalinya bikin di rumah dengan cara  dan bahan dimirip-miripin sama gado-gado si bapak ini. Hasilnya tak mengecewakan lah.

Kalo ayah punya gado-gado favorit sendiri di Jatinegara Kaum (dulu waktu dikantor lama tiap pagi lewat situ). Yang jual ibu-ibu Betawi dan bedanya gado-gado si ibu ini dengan gado-gado lain adalah di sambelnya. Ibu ini punya inovasi sambel kacang yang diencerin (kata ayah nyaris bening). Aku bayangkan betapa hematnya kacang tanah yang dipakai dan pastinya buat yang diet juga cocok. Kalo dipikir inovasinya nekat juga sementara gado2 yang mahal2 macam Boplo berlomba2 untuk istimewa di sambelnya eh ini malah diencerin, tapi namanya selera ternyata ada saja orang yang suka termasuk si ayah.

Nah berhubung cobekku kecil, maka ngulegnya per porsi, jadi yang mau minta sambel kentel oke yang mau diencerin juga ayok.

Untuk jagung rebusnya bisa aja diskip tapi kalo menurutku jagung rebus ini wajib ada karena enaknya gado-gado ya yang ada klethus2 jagungnya ini.


Gado-Gado Betawi
Ala Blog Rumah Maret
Bahan sayur: (untuk 4-5 porsi)
1 buah jagung muda (cuci potong 2, rebus)—disisir ketika mau dipake
2 buah wortel (kupas, rebus)
2 buah timun sedang (kupas)
3 iket kangkung (siangi lalu kukus/rebus)
2 genggam toge (rebus)
2 ikat kacang panjang (potong2 rebus)

Bahan tambahan: (bisa ditambahkan bila suka)
Tahu/tempe goreng yang dipotong2
Kentang rebus
Telur rebus
Bawang goreng

Bahan sambel: (untuk tiap porsi)
1/2 bulatan gula merah (kualitas bagus)----atau sesuai selera
1 genggam kacang tanah goreng
2-3 cabe rawit merah bakar sebentar----atau sesuai selera
1 siung bawang putih
¼ sdt garam
2 sdm air asam jawa
1 buah jeruk limau
Air matang secukupnya sesuai tingkat keenceran sambel yang diinginkan

Cara Membuat:
1.    Siapkan cobek dan ulekan, haluskan cabe dan bawang putih.
2.    Tambahkan kacang goreng dan garam lalu haluskan.
3.    Masukkan gula merah dan haluskan lagi hingga tercampur rata.
4.    Tambahkan air asam dan air matang, aduk hingga tercampur rata.
5.    Belah dua jeruk limau buang bijinya lalu peras diatas sambel kacang. Aduk rata
6.    Masukkan irisan sayuran dan lontong (jika pake), aduk rata.
7.    Hidangkan dipiring dengan taburan bawang goring dan krupuk

28 January 2013

Karedok

Siang hari yang panas, makan pake karedok atau dicemilin begitu saja pastilah seger. Buat variasi sayur di rumah biar gak monoton bolehlah sekali-kali dicoba, murah meriah bahannya dan full serat.

Sekilas karedok mirip gado-gado, cuman karedok semua sayurnya mentah, palingan kalo mau benar2 yakin kebersihannya, boleh juga setelah dicuci bersih sayurannya disiram air hangat sambil ditiriskan, tapi untuk daun kemangi jangan kena air hangat ya karena kemangi gampang sekali rusaknya.

Ayo dicoba dan jangan kaget kalo ternyata bikinnya gampang.

DSCN0381


Karedok
Source: Saji
Bahan:
3 buah terong hijau bulat, potong2
7 lonjor kacang panjang, iris kecil
1 buah ketimun, potong2
100 gram tauge
100 gram kol, iris
6 tangkai kemangi

Bumbu ulek:
3 cabe rawit merah
6 cm kencur
½ sdm terasi bakar (aku pake terasi goreng)
½ sdm garam
1 ½ sdm gula merah
225 gram kacang tanah kulit, sangrai lalu haluskan
2 sdt asam jawa dan 150 ml air dilarutkan

Cara membuat:
1.    Ulek cabe, kencur, terasi, garam, dan gula merah sampai halus. Masukkan kacang tanah. Ulek rata, tambahkan air asam jawa. Ulek rata.
2.    Masukkan terong, taoge, kacang panjang, timun, kol dan daun kemangi. Aduk rata sajikan.

15 January 2013

Tumis Oncom Leunca

Suka ketawa sendiri teringat akan masa kecil dulu, kalo liat oncom yang oren2 di papan bambu yang lebar itu suka jijik karena dalam pikiranku itu “makanan jamuran”. Setali tiga uang dengan mas dan mbakku yang menyebut oncom ini sebagai “tempe jamuren”. Wis jan, jangankan makan, liat mentahnya saja sudah emoh.

Awal mula kenalannya saat kuliah dan ngekos di daerah Jurangmangu Jakarta Selatan, makan di Warteg dan kok sering liat tumis oncom sama leunca/ulukutek, sekali waktu minta sama pemilik warung untuk dibungkusin 2 sendok saja dan terpisah dengan nasi. Saat tiba dikos2an dimakan dengan seksama, dan ealaaaaah ternyata ueanak toh si ‘tempe jamuren” ini. Selanjutnya gak bisa pisah sama oncom sampe sekarang.

Tak berhenti disitu aja, ketika ada kesempatan ke rumah mbakyu di Tambun, selalu kuprovokasi untuk masak oncom ini, dan berhasil akhirnya tertular juga suka sama oncom, cuma kalo di rumah Tambun campuran favoritnya bukan leunca tapi kangkung. Opo tumon? Tumon lah dan percayalah variasi ini endang juga lho, next time lah kuposting resepnya.

Jadi kalo lagi kangen makanan warteg ala kos-kosan, resep tumis oncom leunca ini bisa jadi salah satu tombo ati. Siiip deh.
2012-12-22 09.18.36 2012-12-22 09.18.54
Tumis Oncom Leunca
Ala Blog Rumah Maret
Bahan:
1 kotak oncom, remas2 kasar
Segenggam leunca, buang tangkainya
5 buah cabe ijo besar dan rawit, iris serong
5 buah bawang merah dan putih, iris tipis
1 batang daun bawang, iris tipis
Segenggam daun kemangi
Lengkuas dan sereh dan daun salam secukupnya
60 ml air
Garam dan gula secukupnya

Cara membuat:
1.    Panaskan minyak, tumis bawang hingga harum, masukkan irisan cabe, tumis hingga setengah layu.
2.    Masukkan oncom, leunca, sereh, salam dan lengkuas, aduk rata lalu tambahkan air.
3.    Masukkan gula dan garam, biarkan hingga matang lalu cicipi.
4.    Masukkan daun bawang dan kemangi, aduk rata langsung matikan.

Catatan:
Bila suka leunca/ulukuteknya renyah, masukkan terakhir saja (kalau saya lebih suka dimatangkan karena kalo mentah ada rasa langu) tapi ada beberapa orang yang suka menjadikannya lalapan juga lho, sesuai selera saja ya.

11 January 2013

Asinan Jakarta

Pengen makan asinan sayur tapinya lagi males keluar rumah, kalo lagi pas ngantor sih tinggal ke Kalibata City, disitu ada Asinan Mely yang enak. Asinan Mely yang di Kalibata City ini Cuma cabangnya kalo aslinya sih di Rawa Mangun. Harga seporsinya Rp15.000,- , dan untuk yang lagi diet cocok juga makan siang dengan menu ini, tapi harap bersabar ya kalo jam 3-an meraung-raung perutnya, minta isi ulang lagi.

Masih dari bendel resep warisan mertua sisipan Tabloid Bintang Indonesia, dan di sebelah resep asinan sayur ini ada juga resep asinan buah. Dua-duanya menggoda jadilah dua-duanya dicoba, dan sudah kesekian kalinya bikin asinan ini soalnya gampang bikinnya. Tapi kali ini yang mau diposting adalah resep asinan sayur atau asinan Jakarta soalnya asinan buahnya selalu lupa didokumentasikan.
2012-11-17 11.01.37 
                   2012-11-17 11.01.32
ASINAN JAKARTA

Bahan:
½ buah kol, iris tipis
100 gr toge, buang akar
2 buah timun, potong2
Selada secukupnya
300 ml air
2 sdm air jeruk lemon/cuka

Bumbu kacang (haluskan):
150 gram kacang tanah goreng
5 sdm ebi, sangrai (bahan ini untuk menambah sedap dan gurihnya bumbu-boleh diskip)
3 buah cabe merah
3 buah cabe rawit
Garam secukupnya
200 gr gula merah sisir halus

Cara membuat:
1.    Bumbu: Didihkan air, masukkan bumbu kacang, masak hingga matang dan mengental. Angkat lalu masukkan air jeruk lemon/cuka, aduk hingga rata.
2.    Susun semua sayuran dalam mangkuk lalu tuang bumbu kacang, sajikan

Untuk: 5 porsi

03 January 2013

Gulai Daun Singkong Teri

Sudah lama sekali gak ngolahin daun singkong padahal dulu menu ini sering ketemu minimal 2 minggu sekali. Dan rupanya kecuali Syifa semua suka sama gulai daun singkong yang kaya zat besi ini, termasuk Afkar, bayi tembamku. Lucu juga kalo dipikir2, Afkar baru 18 bulan tapi sayur kesukaannya ngikutin emaknya, gulai daun singkong, soto betawi, soto ayam. Tapi tentu saja gak setiap hari dimasakin yang santan karena disamping gak sempet yang lain juga bosen kalo ketemu menu itu lagi. Kasiannya tiap kali ketemu sayur yang beningan macam sop dan bening bayam kata si embak “dedek makannya aras-arasen bu” oalah le thole!
 2012-12-09 11.37.44
GULAI DAUN SINGKONG TERI
Source: Sedap Bintang
Bahan:
200 gram daun singkong muda, rebus, tiriskan dan potong2
800 ml santan
2 buah asam kandis
2 batang serai, memarkan
1 lbr daun kunyit
2 sdm minyak goreng
100 gram teri medan, goreng

Bumbu halus:
8 butir bawang merah
10 buah cabe merah (aku pake 2 cabe karena mau buat anak2 juga)
2 ruas jari kunyit2 ruas jari jahe
2 sdt garam

Cara membuat:
1.     Panaskan minyak goreng lalu tumis bumbu halus hingga harum, masukkan bumbu lain dan santan, aduk rata
2.     Masukkan daun singkong dan teri, aduk hingga mendidih. Angkat dan sajikan.

2012-12-09 11.37.21